Banjir Melanda Padang, Ini Kondisi Terbaru dan Wilayah yang Terdampak

Banjir Melanda Padang, Ini Kondisi Terbaru dan Wilayah yang Terdampak
Putra Petir Rental
12 October 2026
Blog & Artikel

PADANG, SUMATERA BARAT – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Luapan air sungai menyebabkan permukiman warga terendam dan mendorong tim gabungan melakukan evakuasi di beberapa lokasi.

Baca juga : Gelombang Tinggi Bali hingga 4 Meter, Wisatawan Perlu Perhatikan Rencana Liburan

Berdasarkan pendataan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang hingga Sabtu malam pukul 22.45 WIB, sebanyak 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam banjir. Bencana ini dilaporkan melanda tiga kecamatan, yakni Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, proses evakuasi dan penanganan warga masih berlangsung. Tim gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak, termasuk warga yang harus meninggalkan tempat tinggal demi keselamatan.

Lantas, bagaimana kondisi terbaru banjir Padang, wilayah mana saja yang terdampak, dan apa yang perlu diperhatikan masyarakat? Berikut rangkuman informasinya.

1. Kondisi Terbaru Banjir Padang

Banjir di Kota Padang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu siang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap hingga air masuk ke kawasan permukiman.

Laporan awal mengenai kejadian banjir diterima dari wilayah Kuranji sekitar pukul 12.52 WIB. Seiring perkembangan situasi, laporan dampak banjir juga datang dari sejumlah lokasi lain di Kota Padang.

Data sementara BPBD Kota Padang mencatat sebanyak 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam. Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu akses masyarakat di beberapa titik.

Di kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, akses jalan masyarakat dilaporkan terputus akibat banjir. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat menghambat mobilitas warga sekaligus menyulitkan proses penanganan darurat.

Hingga Minggu, 11 Oktober 2026, tim gabungan masih melakukan upaya pertolongan dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak.

Masyarakat perlu memperhatikan bahwa angka korban terdampak, jumlah rumah terendam, dan kondisi genangan dapat berubah mengikuti hasil pendataan terbaru. Oleh karena itu, informasi mengenai kondisi pada Senin, 12 Oktober 2026, perlu dikonfirmasi melalui BPBD, pemerintah daerah, atau instansi terkait.

2. Daftar Wilayah yang Terdampak Banjir di Padang

Berdasarkan laporan BPBD, banjir melanda tiga kecamatan di Kota Padang. Wilayah terdampak tersebar di enam kelurahan.

Berikut daftar wilayah yang perlu menjadi perhatian masyarakat.

A. Kecamatan Kuranji

Kuranji menjadi salah satu wilayah dengan jumlah warga terdampak terbesar dalam pendataan sementara.

Sebanyak 245 jiwa dilaporkan terdampak banjir di Kelurahan Kuranji. Selain permukiman yang terendam, kawasan Guo juga mengalami gangguan akses akibat banjir.

BPBD turut melaporkan kerusakan pada sejumlah rumah di Kecamatan Kuranji. Tercatat empat rumah mengalami kerusakan sedang dan satu rumah mengalami kerusakan berat.

Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai dan kawasan dengan riwayat genangan perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

B. Kecamatan Koto Tangah

Koto Tangah juga termasuk wilayah yang terdampak banjir. Dua kelurahan yang tercatat dalam pendataan sementara adalah Lubuk Minturun dan Koto Panjang Ikua Koto.

Rincian warga terdampak yang dilaporkan meliputi:

  • Kelurahan Lubuk Minturun: 75 jiwa.

  • Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto: 133 jiwa.

Di wilayah ini, tim gabungan melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan bantuan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Perumahan Lumin Park di Lubuk Minturun. Petugas dikerahkan untuk membantu warga keluar dari kawasan terdampak dan menuju tempat yang lebih aman.

Warga di sekitar Koto Tangah disarankan untuk mengikuti arahan petugas serta menghindari jalan yang masih tergenang atau memiliki arus air kuat.

C. Kecamatan Nanggalo

Wilayah ketiga yang terdampak adalah Kecamatan Nanggalo, khususnya Kelurahan Tabing Banda Gadang.

Berdasarkan data sementara BPBD, sebanyak 45 jiwa terdampak banjir di wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Padang juga melaporkan adanya upaya evakuasi mandiri oleh warga di Tabing Banda Gadang.

Masyarakat di kawasan ini tetap perlu memantau perkembangan situasi, terutama apabila terjadi hujan deras yang berpotensi meningkatkan debit air di sekitar permukiman.

Ringkasan Wilayah Terdampak

Kecamatan Kelurahan Warga Terdampak
Kuranji Kuranji 245 jiwa
Koto Tangah Lubuk Minturun 75 jiwa
Koto Tangah Koto Panjang Ikua Koto 133 jiwa
Nanggalo Tabing Banda Gadang 45 jiwa
Total 4 kelurahan dengan rincian jumlah jiwa tersedia 498 jiwa

Enam kelurahan yang tercatat terdampak dalam laporan BPBD meliputi Kuranji, Lubuk Minturun, Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Tabing Banda Gadang, dan Gurun Laweh.

Rincian jumlah jiwa di atas mengikuti angka yang diberitakan untuk empat kelurahan. Data per kelurahan lainnya belum dirinci dalam angka tersebut.

Sumber: pendataan BPBD Kota Padang yang diberitakan pada 11 Oktober 2026.

3. Sebanyak 498 Jiwa Terdampak, 120 Rumah Terendam

Dampak banjir Padang tidak hanya terlihat dari genangan air di permukiman, tetapi juga dari jumlah masyarakat yang memerlukan bantuan.

Berdasarkan pendataan sementara hingga Sabtu malam, 10 Oktober 2026, sebanyak 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam.

Selain itu, kerusakan rumah dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuranji. Gangguan akses jalan di kawasan Guo juga menjadi salah satu dampak yang perlu diperhatikan.

Data yang diberitakan pada Minggu, 11 Oktober 2026, menyebutkan bahwa sebanyak 238 warga telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dari sejumlah lokasi terdampak.

Evakuasi dilakukan untuk membantu warga yang berada di kawasan berisiko agar dapat berpindah ke tempat yang lebih aman.

Angka 498 jiwa terdampak dan 120 rumah terendam merupakan data sementara dari pendataan yang dilakukan pada 10 Oktober. Sementara itu, jumlah warga yang telah dievakuasi merujuk pada laporan penanganan yang diberitakan pada 11 Oktober.

Kedua angka tersebut memiliki konteks berbeda dan tidak boleh langsung dianggap sebagai jumlah akhir korban maupun pengungsi.

4. Tim Gabungan Dikerahkan untuk Mengevakuasi Warga

Pemerintah Kota Padang mengerahkan tim gabungan untuk menangani dampak banjir dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Tim yang terlibat meliputi BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta dukungan TNI dan Polri.

Selain itu, koordinasi dilakukan dengan Basarnas untuk mendukung proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi di lokasi terdampak.

Satuan Brimob Polda Sumatera Barat juga mengerahkan 300 personel untuk membantu penanganan banjir. Berdasarkan laporan pada Minggu, 11 Oktober 2026, personel masih bersiaga dan melanjutkan upaya pertolongan di sejumlah titik.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus menjangkau warga yang membutuhkan bantuan.

Dalam situasi seperti ini, masyarakat sebaiknya tidak mendatangi lokasi banjir hanya untuk melihat kondisi secara langsung. Kehadiran orang yang tidak berkepentingan dapat menghambat pergerakan kendaraan petugas dan proses evakuasi.

Apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, segera laporkan kepada petugas berwenang dan berikan informasi lokasi sejelas mungkin.

5. Apa Penyebab Banjir di Kota Padang?

Berdasarkan laporan Pemerintah Kota Padang, banjir pada 10 Oktober 2026 dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari.

Curah hujan tinggi menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan air memasuki kawasan permukiman.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dapat menimbulkan dampak yang serius, khususnya di wilayah yang berada dekat aliran sungai atau memiliki akses drainase yang terbatas.

Namun, penyebab spesifik pada setiap titik banjir tidak selalu sama. Penentuan faktor seperti kapasitas drainase, kondisi sungai, atau perubahan tata guna lahan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi terkait.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan satu faktor sebagai penyebab utama tanpa hasil kajian resmi.

Yang paling penting saat banjir terjadi adalah memperhatikan perubahan kondisi lingkungan, memantau informasi peringatan, dan mengambil langkah keselamatan sebelum situasi memburuk.

6. Waspadai Potensi Banjir Susulan

Setelah banjir melanda, masyarakat tetap perlu berhati-hati meskipun genangan di beberapa lokasi mulai berkurang.

BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana susulan, termasuk banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

Risiko tersebut perlu diperhatikan terutama ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko.

Pantau Informasi Resmi

Ikuti informasi dari BPBD Kota Padang, Pemerintah Kota Padang, BNPB, dan BMKG.

Informasi resmi dapat membantu masyarakat mengetahui perkembangan penanganan, peringatan cuaca, dan arahan evakuasi.

Hindari menyebarkan foto atau kabar yang tidak diketahui sumber dan waktu kejadiannya karena dapat menimbulkan kepanikan.

Hindari Aliran Air yang Deras

Jangan menerobos jalan yang tergenang apabila kedalaman air dan kondisi permukaan jalan tidak diketahui.

Arus yang terlihat tenang sekalipun dapat menyembunyikan lubang, saluran terbuka, atau permukaan jalan yang rusak.

Pengendara sebaiknya mencari jalur alternatif yang aman dan mengikuti petunjuk petugas.

Siapkan Dokumen dan Barang Penting

Warga di daerah rawan banjir sebaiknya menyiapkan dokumen penting, obat-obatan, telepon seluler, pengisi daya, air minum, serta kebutuhan dasar dalam tas yang mudah dibawa.

Langkah sederhana ini dapat membantu mempercepat proses evakuasi apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Segera Menjauh Jika Kondisi Memburuk

Apabila air meningkat dengan cepat, terdengar suara arus yang tidak biasa, atau petugas meminta warga meninggalkan kawasan tertentu, segera ikuti arahan evakuasi.

Jangan menunggu hingga air memasuki seluruh bagian rumah untuk mulai mencari tempat aman.

Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas dibandingkan menyelamatkan barang-barang yang dapat diganti.

7. Bagaimana Kondisi Transportasi dan Perjalanan di Padang?

Banjir tidak hanya berdampak pada rumah warga, tetapi juga dapat memengaruhi mobilitas masyarakat.

Genangan air, kerusakan jalan, dan proses evakuasi berpotensi menyebabkan perubahan arus lalu lintas maupun keterlambatan perjalanan.

Salah satu titik yang perlu diperhatikan adalah kawasan Guo di Kecamatan Kuranji, yang dilaporkan mengalami gangguan akses akibat banjir.

Meski demikian, laporan tersebut tidak berarti seluruh jalan di Kota Padang mengalami gangguan. Kondisi setiap ruas jalan perlu diperiksa berdasarkan informasi terbaru di lapangan.

Bagi masyarakat yang hendak bepergian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Periksa informasi lalu lintas sebelum berangkat.

  2. Hindari ruas jalan yang dinyatakan terputus atau tidak aman.

  3. Jangan memaksakan kendaraan melewati genangan yang dalam.

  4. Siapkan waktu perjalanan tambahan untuk mengantisipasi perubahan rute.

  5. Ikuti arahan petugas dan utamakan jalur yang dinyatakan aman.

Bagi wisatawan yang sedang berada di Padang atau berencana mengunjungi Sumatera Barat, sebaiknya periksa kondisi perjalanan terlebih dahulu sebelum menuju tempat wisata, penginapan, atau bandara.

Jangan hanya mengandalkan informasi lama karena kondisi jalan dan genangan dapat berubah dalam waktu singkat.

8. Di Mana Memantau Update Banjir Padang Hari Ini?

Masyarakat yang ingin mengetahui kondisi terbaru banjir Padang pada Senin, 12 Oktober 2026, disarankan memeriksa pembaruan dari sumber resmi.

Beberapa sumber informasi yang dapat digunakan antara lain:

  • Pemerintah Kota Padang: informasi penanganan bencana dan perkembangan situasi daerah.

  • BPBD Kota Padang: informasi dampak banjir, evakuasi, dan kondisi wilayah terdampak.

  • BNPB: informasi penanganan bencana dan laporan situasi kebencanaan.

  • BMKG: informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem.

  • Kepolisian dan Basarnas: informasi terkait proses pertolongan dan keselamatan masyarakat.

Pembaca dapat mengakses situs resmi Pemerintah Kota Padang, BNPB, dan BMKG untuk mencari pembaruan yang tersedia.

Saat membaca berita, perhatikan waktu penerbitan dan waktu pembaruan data. Informasi yang diterbitkan pada 10 Oktober belum tentu menggambarkan kondisi di lokasi yang sama pada 12 Oktober.

Jika terdapat perbedaan angka antara satu laporan dan laporan lainnya, periksa waktu pendataan serta sumber yang digunakan sebelum menarik kesimpulan.

9. Kesimpulan: Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Banjir yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 berdampak pada tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Pendataan sementara BPBD hingga Sabtu malam mencatat 498 jiwa terdampak dan sekitar 120 rumah terendam. Sebanyak 238 warga dilaporkan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan dalam laporan yang diberitakan pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, dan unsur terkait terus melakukan penanganan serta membantu warga yang terdampak.

Masyarakat di kawasan rawan banjir perlu tetap waspada terhadap kemungkinan hujan deras dan bencana susulan. Hindari jalan yang tergenang atau terputus, pantau informasi resmi, dan segera menuju tempat aman apabila situasi memburuk.

Jangan menunggu sampai kondisi darurat untuk mencari informasi. Memeriksa perkembangan banjir dan akses jalan sebelum bepergian dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih aman.

Informasi Transportasi dan Rental Mobil

Untuk kebutuhan perjalanan di Bali, Putra Petir Rental menyediakan layanan sewa mobil bagi masyarakat dan wisatawan yang membutuhkan kendaraan untuk beraktivitas maupun berlibur.

Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Gratis Antar Jemput Airport, sesuai ketentuan dan cakupan layanan yang berlaku. Layanan ini dapat membantu mempermudah perjalanan wisatawan yang tiba atau berangkat melalui bandara di Bali.

Ingin mengetahui pilihan kendaraan, ketersediaan unit, dan ketentuan layanan?

[TOMBOL WHATSAPP: CEK HARGA & BOOKING VIA WHATSAPP]

Hubungi Putra Petir Rental melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai layanan sewa mobil di Bali.

Catatan: Layanan Putra Petir Rental ditujukan untuk kebutuhan perjalanan di Bali dan bukan layanan evakuasi maupun transportasi darurat di wilayah banjir Padang.